Event

Pinjaman Online : Manfaat dan Resikonya

Image From Google

Kecanggihan teknologi berjalan lurus dengan semakin banyaknya aplikasi yang memudahkan urusan hidup kita. Salah satunya adalah aplikasi pinjaman online. Coba deh search di google play atau playstore kalian, ada banyak banget aplikasi pinjaman online. Target market pinjaman online pun beragam, mulai dari yang hanya menyediakan dana maksimal sejuta hingga yang ditujukan untuk modal usaha.

Ibaratnya mainan baru, banyak yang tergiur untuk mencobanya. Saya pun sampan men download beberapa aplikasi pinjaman online untuk sekadar mencari tahu berapa dana yang soap dipinjamkan dan syaratnya apa saja. Memang, rata-rata svarat yang diajukan cukup mudah dan gak ribet. Kalau dulu kan untuk meminjam dana kita harus ke Bank, dan ga bisa kalau cuma minjemnya sehuta atau tiga juga, belum lagi persyaratan meminjam di bank juga cukup ribet, nah pinjaman online hadir untuk membantu mereka yang membutuhkan dana cepat.

Tapiiiiii…..

Ada tapinya ni, kita juga harus waspada dengan pinjaman online, karena ga semua pinjaman online yang ada saat ini sudan terdaftar di OJK. Menurut OJK ada sekitar 227 pijaman online yang belum terdaftar di OJK, sehingga pijaman online tersebut statusnya masih ilegal, nah kalau yang begini jangan dipakai buat minjem duit dah. Sementara untuk yang sudah terdaftar, bisa dilihat di websitenya OJK, karena akan selalu update jika ada penambahan dafter pinjaman online.

Sebenarnya apa sih pinjaman online itu?

Mungkin masih banyak yang swam akan pinjaman online atau yang biasa disebut juga fintech, terkait manfaat dan resikonya. Beberapa waktu lalu kantor tempat saya bekerja menyelenggarakan diskusi mengenai hal ini, sekaligus menyosialisasikan fintech. 

Sebenarnya apa sih pinjaman online tau fintech itu? Gampangnya adalah kita meminjam melalui aplikasi, tidak lagi melalui platform tradisional seperti bank. Seperti yang saya singgung sebelumnya, persyaratannya pun tidak seribet ketika kita meminjam ke bank, dana nya pun bisa langsung cair dalam hitungan harı setelah pengajuan kita disetujui, bahkan ada yang dalam hitungan jam. Tapi bunganya sebenarnya cukup besar, untuk itu sebelum melakukan pinjaman online, pikar-pikir lagi deh, apa tujuan kita. Kalau yang benar-benar mendesak, maka pinjaman online bisa menjadi solusi, tapi kalau gak bendesak mending jangan deh.

Saran saya kalau mau minjem online

  1. Cek dulu apakah perusahaan fintech tersebut sudah terdaftar di OJK
  2. Cek berapa bunganya dan berapa lama jangka waktu yang diberikan untuk kita harus mengembalikan dana tersebut dan apakah di jangka waktu tersebut kita mampu melunasi atau tidak
  3. Cari tahu di google track recordnya (Jangan MALAS!), misal apakah pernah ada berita bahwa pinjaman online tersebut ketika menagih hingga menghubungi semua kontak kita. Sebenarnya ini gak akan terjadi kalau kita paham point no 2. Tapi, kadang ada saja dari kita yang karena alasan tertentu sehingga ketika sudah jatuh tempo, duitnya belum ada buat bayar, dan celakanya si pemberi pinjaman menagih hingga ke semua kenalan kita – ini kejadian sama salah satu teman.  Perusahaan peminjaman online semestinya tidak harus sampai menelpon semua kerabat kita. Saya sempat berbincang dengan salah satu fintech yang saat itu hadir di acara tesebut – Pinjam Gampang, dikatakan bahwa kejadian-kejadian seperti itulah (menelpon hingga ke kerabat- red) yang membuat orang jadi takut minjem melalui fintech, padahal semestinya fintech hanya cukup menghubungi si peminjam dan mengingatkan bahwa pinjamannya sudah melewati deadline. Intinya sih udah ada SOP nya masing-masing apa yang haus dilakukan si pemberi pinjaman jika uangnya belum dibalikin sampai batas waktu tertentu. Tapi tidak dengan cara menelpon bahkan mengancam seperti yang beberapa waktu lalu ramai diberitakan.
  4. Bandingkan bunga yang ditetapkan antara fintech satu dengan yang lainnya, sehingga jangan sampai kita terjebak pada pengembalian dana yang  bunganya lebih besar dari pinjamannya.

OJK sendiri selaku pengawas jasa keuangan juga sudah berusaha memberikan sosialisasi ke masyarakat mengenai pinjaman online terkait resiko dan manfaatnya. Event kantor saya beberapa waktu lalu adalah salah satu upaya OJK untuk menyosialisasikan, dan tentunya masih akan terus disosialisasikan, mengingat banyak dari masyarakat kita yang sebenernya membutuhkan pinjaman yang ga ribet dan proses cepat, namun kadang masih belum paham resikonya dan belum tahu mana yang legal dan mana yang ilegal, sehingga banyak juga kejadian yang akhirnya terjerat utang pinjaman online. Sementara itu yang hingga kini masih menjadi masalah juga adalah belum adanya standar bunga untuk pinjaman online, sehingga saat ini banyak fintech yang menerapkan bunga teramat besar dan cenderung gak masuk akal.

 

Untuk itu sekali lagi, sebelum meminjam online pastikan diri kita dulu bahwa kita benar-benar membutuhkan ung tersebut dan mampu mengembalikan dana sesuai tenggat waktu yang diberikan fintech, jangan sampai mau mudah jadi susah.

 

Tabik,

Desy

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *