Event,  Review

Review : Standup Comedy Indonesia – Bukan Lagi Nonton Apa Tapi Nonton Siapa

Foto by google

Mengikuti perjalanan Stand Up Comedy Indonesia, dari 2011 lalu, membuat saya sedikit banyak tahu mengenai komika Indonesia (istilah untuk pelaku stand up comedy). Saya masih ingat ketika pertama kali hadir di #standupnite1, 2011 lalu yang bertempat di Comedy Cafe – Kemang. Saat itu saya mulai mencatat nama-nama seperti Ryan Adriandi (yang akhirnya menjadi Juara 1 di Stand Up Comedy Kompas TV Season 1), Ernest Prakasa, Asep Suaji, dan tentunya Pandji Pragiwaksono serta Raditya Dika. Untuk Pandji saya sudah melihat penampilannya dalam stand up comedy sebelum #standupnite1 ini, yaitu di #TwivateConcert 2010. Sementara untuk Raditya Dika, saya belum pernah melihatya stand up, tapi saya cukup suka dan terhibur dengan buku-bukunya. Maka di 2011 itu saya menasbihkan diri sebaga penikmat Stand Up Comedy Indonesia, sebagai alternatif hiburan.

Beruntung, saya tinggal di Jakarta, dimana event-event stand up sering di gelar. Di event berikutnya yang di gelar di Citos, saya mencatat nama-nama baru lagi yang buat saya tertawa sampai hampir menangis, diantaranya adalah Muhadkly Acho, Soleh Solihun, Arief Didu, dan Lukman Baehaki. Tanpa bermaksud mengecilkan penampilan komika lainnya, tetapi menurut saya penampilan mereka saat itu yang paling memorable.

Foto by : standupindo.wordpress.com

Berikutnya, komika yang juga berhasil mencuri perhatian saya adalah Adjis Doa Ibu, walaupun saat saya melihatnya, dia tidak sedang tampil sebagai Stand Up Comedian, melainkan sebagai MC saat Stand Up bertema Blue Nite di gelar di Marley SCBD. Asli penampilannya saat itu sebagai MC mampu membuat saya tidak kuat menahan tawa. Di sini juga saya mencatat nama baru yaitu Boris Bokir, komika Batak asal Bandung, yang materi-materinya sangat kental akan ke-batakannya, ibarat Ernest yang selalu mengangkat soal ke cinaanya.

Dan malam itu, penampilan Boris yang paling memorable buat saya.

Berikutnya saya kembali menikmati Stand Up Nite Batak Edition di Sarinah. Seperti sebelumnya, saya kembali mencatat nama-nama baru yang buat saya berniat untuk kembali menonton jika mereka perform. Komika tersebut adalah Reggy Hasibuan, yang membawakan materi dengan Bahasa Inggris – walau sempat menggunakan Bahasa Indonesia, tapi saya lebih menikmati materi nya yang berbahasa Inggirs. Selain Reggy, saya juga cukup menikmati penampilan Pangeran Siahaan, walaupun delivery materinya saat itu (menurut saya) kurang oke, tapi saya melihat Pangeran Siahaan adalah orang yang cerdas dalam materi-materinya, tinggal di asah lagi, pasti suatu saat dia bisa mendapat tawa yang pecah.

Setelah Stand Up Nite Batak Edition, show stand up yang berkesan juga buat saya adalah waktu menonton Stand Up Nite di Provocative Proactive yang di gelar di Erasmus Huis, Kuningan. Di sini saya melihat materi-materi yang di bawakan komika sangat cerdas, vulgar, sensitif, bahkan ada yang menurut saya materinya sinting (in a good way). Di sini juga saya tertawa dan mikir dalam waktu yang bersamaan. Nonton Stand Up di Provocartive Proactive ini di butuhkan keterbukaan pikiran, serta hati yang lapang (jangan sensi, karea kalau sensi gak akan bisa mencerna materi dari si komika). Sebut saja Sammy, materi nya yang membawa soal agama, kalau tidak di cerna dengan baik mungkin bisa menimbulkan kesalah pahaman, belum lagi materi dari Rindra yang malam itu nge-kill, materinya vulgar dan sinting, Pangeran Siahaan, yang membawakan materi mulai dari bola, politik, hingga materi soal kasus Munir, dimana dia tampil dengan segelas orange juice di tangan. Saya ingat betul saat Pangeran Siahaan membawakan materi Munir, ia sempat berucap : “Mereka bisa meracuni segelas orange juice, tapi tidak gelas sebangsa”, dan quote ini melekat dalam ingatan saya sampai hari ini. Disini Pembawaan Pangeran yang lebih tenang, serta delivery materi yang lebih bagus dari penampilannya yang saya lihat sebelumnya di Stand Up Nite Batak Edition, membuat saya lebih menikmati penampilannya, dan berniat hadir kembali jika ia tampil.  Selain Sammy, Rindra, dan Pangeran Siahaan, disini saya kembali mencatat nama baru, yang sebelumya saya belum pernah liat penampilanya, yaitu Adriano Qalbi. Materi yang di bawakan mulai dari hubungan percintaan, sex, sampai soal pernikahan yang disangkutin dengan pemerintah yang berhasil membuka pola pikir. Maka ketika berikutnya trio Pangeran Siahaan – Adriano Qalbi – Kukuhya (yang juga tampil di Stand Up Provocative Proactive) membuat show berjudul  #WeAreNotAlright saya tidak ragu-ragu membeli tiket pertunjukan mereka di Thryst Kemang.

Maka, dari sejumlah pertunjukan Stand Up Comedy yang pernah saya hadiri, saya kini memiliki beberapa nama komika favorite yang saya ingin kembali hadir ketika mereka membuat pertunjukan, baik show tunggal, maupun show rame-rame. Mereka adalah :

1. Pandji Pragiwaksono

2. Trio #WeAreNotAlright  Adriano, Pangeran, Kukuh

3. Muhadkly

4. Sammy

5. Boris Bokir

6. Soleh Solihun

7. Rindra

8. Adjis Doa Ibu

9. Arief Didu

10. Reggy

Itulah nama-nama yang menurut saya pribadi punya ciri khas dalam segi penampilan serta materi yang di bawakan. Jika 2011 lalu di tanya mau nonton apa, maka jawaban saya mau nonton Stand UpComedy, tapi sekarang, lebih kepada di Stand Up Comedy mau nonton siapa? karena banyaknya komika Indonesia yang hadir dengan materi-materi segar. Sehingga ibarat musik, semua punya pasarnya masing-masing.

VIVA LA KOMTUNG!!

 

Reposting dari blog lama theindira.blogspot.com, 2013

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *