Review

Mau Download OVO? Baca Dulu Kelebihan dan Kekurangannya

Are you a cashless society?

Kalau kamu lebih suka membayar menggunakan kartu, mulai sering nanya “Mas, di sini bisa debet kan?”, atau “Gue ga ada cash ni, pake duit lo ya, tar gue transfer ke rekening lo”, dan sudah mulai malas mengambil uang di ATM, dengan alasan “kalau ngambil duit cash, sering ga tau larinya ke mana, kalau debet kan gue bisa lihat mutasi rekening gue larinya kemana aja”, bayar transportasi online pake payment yang ada di aplikasi instead of ngasih cash atau lebih banyak struk belanjaan di dompet daripada uang tunai, artinya kamu sudah menjadi golongan cashless society.

Buat seorang cashless society, biasanya akan rajin mendownload aplikasi-aplikasi pembayaran yang dirasa memudahkan mereka dalam hal bayar-membayar. Mulai dari mobile banking, sampai ke aplikasi lainnya macam OVO. Nah untuk aplikasi yang satu ini, saya mau kasih review berdasarkan pengalaman pribadi beberapa bulan menggunakan OVO.

OVO sendiri merupakan aplikasi milik Lippo Group yang diluncurkan tahun 2016 yang lalu, dan menawarkan banyak keuntungan, salah satunya adalah cashback. Aplikasi ini bisa didowonload di Appstore maupun Playstore. Kira-kira begini tampilan halaman utama OVO

 

Sesaat setelah mendaftar OVO, kita akan diminta untuk memasukkan data diri, salah satunya adalah nama dan nomor telepon. Nomor telepon yang kita masukkan ini akan berfungsi juga sebagai ‘kode rekening’. Jadi, saat kita akan deposit atau top up saldo ke rekening OVO kita, kita akan menyertakan kode 9 yang diikuti dengan nomor telepon yang kita daftarkan. Contoh : nomor telepon yang didaftarkan adalah 08123456789, maka saat akan top up melalui mobile banking, pilih menu transfer, lalu pilih Nobu Bank, dan masukkan kode 9+08123456789. Sementara itu jika transfer melalui ATM, masukkan dulu kode banknya. Kode Bank Nobu adalah 503, setelah itu baru masukkan 9 dan nomor telepon.  Setelahnya, seperti biasa, masukkan nominal saldo, maka otomatis, saldo OVO akan bertambah. As simple as that!

Saya pribadi sudah seringkali menggunakan layanan OVO, karena beberapa hal yang menurut saya menguntungkan, antara lain:

  1. Top  up nya mudah, seperti yang sudah saya jelaskan di atas, cara top up saldo OVO gak ribet, hanya tinggal trasnfer ke rekening Bank Nobu. Tidak memiliki rekening di Bank Nobu gak jadi masalah.
  2. Merchant cukup banyak. Yup, kita bisa bertransaksi menggunakan OVO di banyak merchant, mulai dari tempat makan, hingga hypermarket macam hypermart. Tinggal lihat aja di meja kasirnya, kalau ada logo OVO berarti kita bisa membayar menggunakan aplikasi OVO.  Bahkan Juli ini, OVO baru aja menjalin kerjasama dengan Bank Mandiri, Alfamart, dan Grab.
  3. Cashback setelah transaksi. Yup, ini yang menyenangkan dari bertransaksi menggunakan OVO, banyak cashbacknya yang akan mask ke OVO Points kita. Jadi misal ni, kita habis transaksi di tempat makan, nanti setelah kita bayar pake OVO Cash, cashback nya langsung masuk ke OVO Points kita.
  4. OVO Points bisa buat transaksi. Nah, kalau kita sering transaksi pake OVO, otomatis OVO points kita juga makin bertambah, nah kumpulin aja terus OVO Points nya karena nanti, OVO Pointsnya bisa dipakai lagi buat transaksi. Contoh ni, saya pernah belanja di Hypermart, total berlanjaan IDR 50K, nah OVO Points saya saat itu ada lebih dari IDR 50K, pas saya tanya kasirnya bisa bayar pake OVO Points apa gak, jawabnya bisa, jadilah saya bayarnya pake OVO Points.
  5. Transaksi bisa mix pake saldo OVO dan uang cash. Ini juga menarik ni, karena kalau saldo OVO kita kurang dari total yang harus dibayarkan, maka kita bisa menambah kekurangannya menggunakan uang cash.  Contoh : saya pernah mau bayar makanan, total nya saat itu IDR 125K, saldo OVO saya hanya IDR 120K, kurang IDR 5K dong, maka IDR 5K nya saya bayar pake cash.
  6. Sering promo dengan Grab. Kalau kamu pengguna layanan transportasi online Grab, maka kamu pasti udah tahu, kalau sekarang Grab kerjasama dengan OVO, dan sering kali ada promo kalau bayar pake OVO, kadang cuma bayar seribu perak untuk perjalanan. Yakali deh seribu kan, beli gorengan aja gak kenyang. Etapi beneran ini sering. Mayan kan, walau tetap aja ngasih tip ke drivernya lebih dari ongkos perjalanannya.

Nah, tapi namanya hidup kan ga ada yang sempurna ya, begitu juga dengan layanan aplikasi ini. Kudu hati-hati kalau top up saldo dalam jumlah besar, karena ada kemungkinan ‘nyangkut’. Jadi, di saldo rekening kita udah ke debet, tapi saldo OVO nya belum bertambah. Ini udah pernah kejadian di saya. Ga besar-besar banget sih nominalnya, tapi cukup bikin gedek, karena posisinya saya udah mau transaksi. Dan karena saldo nya gak masuk-masuk, jadi batal deh transaksinya. Saat itu saya top up sekitar IDR 250K (biasanya cuma antara 50K – 100K), nah biasanya begitu kelar transfer, saldo OVO bertambah, hari itu sudah hampir 5 menit ga masuk-masuk. Saya refresh berkali-kali, sampai logout dulu trus login lagi juga masih bedum nambah. Nungguin 10 menit, 15 menit gak nambah juga. Akhirnya saya telepon ke CS nya, setelah jelasin panjang lebar, akhirnya diminta tunggu buat dicek, dan menurut info saat itu saldo saya udah masuk, jadi tunggu aja tar juga bakal nambah. Long story short, gak nambah-nambah juga, sampai saya harus telepon beberapa kali, dan udah ngasih bukti transfernya juga lewat email, masih belum juga masuk. Sampai pada sebuah kesimpulan : DANA NYA BARU BISA MASUK PALING LAMBAT 7 HARI KERJA. Tapi karena satu dan lain hal akhirnya bisa dibantu supaya saldonya bisa segera balik, tanpa harus nunggu 7 hari kerja. Pengalaman ini bikin saya  cukup trauma kalau mau transfer lebih dari seratus ribu, dan ternyata setelah saya googling, ada beberapa kejadian serupa, bahkan dana yang ditransfer juga cukup besar sekitar satu jutaan. So, kalau mau transfer dalam jumlah yang cukup besar, saran saya hati-hati, takutnya nyangkut. Atau mungkin bisa dicoba transfernya sedikit-sedikit.

 

Well, semoga artikel ini cukup membantu buat yang lagi berencana download OVO atau udah download tapi belum sempat dipakai.

One Comment

  • masolo

    wah seru juga yah jadi cashless society, sayapun juga sudah hampir mulai beralih ke arah sana. Tapi tetep sih untuk ambil duit cash masih pake atm, biar ada effortnya sedikit.

    Ada plus minusnya benar sekali, klo bagi saya yang paling besar dampaknya adalah kemudahan yang berlanjut kepada gaya hidup. Semakin mudah semakin konsumtif jadinya, tinggal klik sana dan sini, besss langsung ilang deh tuh uit..hehe.. tpi balik lagi ke pribadi masing-masing sih yah. Lambat laun memang kita bakalan jadi cashless society.

    Salam Inspirasi,
    sesuapnasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *